pemain-persija

Mari kita mulai artikel ini dengan mengakui bahwa Persija Jakarta tengah dalam kondisi yang tidak bagus. Jika kalian merasa Persija tidak berada dalam masalah, maka, ada yang salah dalam pemahaman sepak bola kalian dan secepatnya perlu diubah.

Berada di papan bawah – tepatnya peringkat ke-17 – setelah pada Liga 1 2018, mereka menjadi juara. Status juara bertahan melekat dan pada musim ini, penampilan mereka justru menukik tajam. Berada di papan bawah bukanlah tempat yang selayaknya bagi juara bertahan.

Persija Jakarta harus segera berbenah jika tak ingin berlama-lama berada di papan bawah. Mumpung sebentar lagi bursa transfer putaran kedua dibuka, maka, sudah saatnya Macan Kemayoran bergerak aktif di bursa transfer.

Dilansir dari https://www.bolanusantara.com/, ada empat pemain yang bisa menyelamatkan Persija Jakarta. Siapa saja mereka?

Fachrudin Aryanto

Pemain bertahan Timnas Indonesia menjadi bek tengah yang bisa menjadi pembeda. Absennya Steve Paulle karena cedera, membuat Julio Banuelos kerap memainkan Maman Abdurrahman dan Ryuji Utomo sebagai bek tengah. Sesekali Toni Suciptno juga dipasang sebagai tengah.

Sayangnya, duet ini tak mampu menahan berbagai gempuran yang masuk ke lini pertahanan Persija Jakarta. 13 gol telah bersarang ke gawang Persija Jakarta dalam sembilan pertandingan. Alarm yang membahayakan bagi Persija Jakarta.

Masuknya Fachrudin memang tak serta merta menggaransi lini belakang Macan Kemayoran menjadi lebih tangguh, namun setidaknya Fachrudin bisa lebih memberikan rasa aman di lini belakang. Selain itu, Fachrudin juga bisa menjadi pemimpin di lini belakang dengan bekal dirinya sebagai pemain Timnas Indonesia.

Hasyim Kipuw

Bek kanan PSM Makassar ini tak mendapatkan tempat di PSM. Posisinya sebagai bek kanan telah penuh setelah Juku Eja memboyong Beny Wahyudi pada awal musim.

Potensi Kipuw untuk keluar dan bergabung ke Persija Jakarta semakin terbuka ketika kita menilik skuat Macan Kemayoran saat ini. Pos bek kanan Persija, praktis hanya diisi oleh Ismed Sofyan. Al Hamra Hehanusa memang sempat dipasang sebagai bek kanan menggantikan Ismed, namun Persija jelas butuh bek kanan baru untuk menggantikan sosok Ismed yang semakin uzur.

Pengalaman Hasyim Kipuw yang telah malang melintang di kancah persepak bolaan Indonesia bisa memberikan nilai lebih bagi Persija. Umurnya yang belum terlalu tua juga memberikan keuntungan tersendiri.

Brian Ferreira

Nama yang satu ini menjadi salah satu pemain asing yang tengah hot. Di PSS Sleman, Brian adalah motor serangan. Perannya sentral di lini tengah. Tak hanya menjadi pengumpan, Brian juga bisa menjadi pemecah kebuntuan dan mencetak gol. Hingga pertandingan ke-13, Brian mencetak enam gol dan menjadi salah satu gelandang tersubur di Liga 1 2019.

Tidak jelasnya posisi Bruno Matos membuat peluang bagi dia untuk didepak semakin terbuka. Pos pemain nomor 10 di Persija pun menjadi rebutan. Keberadaan Brian bisa menjadi jawaban atas jeleknya performa Persija Jakarta.

Kushedya Hari Yudo

Selama ini, serangan Persija Jakarta terlalu monoton. Setiap bola yang mengarah ke depan, tak jauh-jauh dari Marko Simic. Hal ini membuat setiap serangan Persija menjadi lebih mudah dibaca.

Perlu ada inovasi dan variasi serangan Macan Kemayoran. Untuk itulah nama Kushedya Hari Yudo muncul. Ia adalah pemain sayap yang juga bisa dipasang sebagai penyerang tengah. Keberadaan Yudo nantinya bisa menjadi penyuplai bola-bola manis ke kaki Simic. Variasi serangan menjadi sebuah kebutuhan lantaran selama ini semua serangan Persija terlalu monoton.