You are here
Menjelajah Keunikan Yokohama, Kota Terbesar Kedua di Jepang Wisata 

Menjelajah Keunikan Yokohama, Kota Terbesar Kedua di Jepang

Sejatinya, Yokohama adalah kota terbesar kedua di Jepang, namun sering terabaikan oleh popularitas tetangga terdekatnta, Tokyo. Padahal, kota pelabuhan utama Negeri Matahari Terbit ini memiliki cukup banyak sejarah dan atraksi menarik, yang bisa dinikmati seharian penuh dari tetangga megapolitannya.

Sebagai salah satu dari tiga pelabuhan yang dibuka untuk bangsa asing setelah berabad-abad isolasi di Jepang, Yokohama memiliki hubungan yang menarik dan unik dengan Barat. Dibuka pada tahun 1859, Yokohama dengan cepat berubah dari desa nelayan yang sepi menjadi basis perdagangan internasional.

Memang, Jepang dengan cepat memetik manfaat teknologi Barat, dengan Yokohama menjadi tempat pertama di negara itu yang memiliki surat kabar harian, lampu jalan bertenaga gas, dan jalur kereta api. Sekitar 30 menit waktu yang dibutuhkan sejenak untuk bertandang ke kota yang berada di pintu utama Teluk Tokyo itu.

Bahkan saat ini, Yokohama menikmati reputasi sebagai salah satu kota paling internasional dan terdepan di Jepang. Namun itu tidak berarti bahwa itu tidak mempertahankan sejarahnya yang kaya. Mari kita lihat beberapa tempat di sekitar kota untuk benar-benar menjadikan kunjunganmu tidak terlupakan.

Untuk menuju ke Yokohama, kamu bisa terbang langsung via Tokyo, dan disambung dengan transportasi kereta atau bus. Salah satu penerbangan dengan pelayanan khas Jepang terbaik untuk terbang ke sana adalah All Nippon Airways (ANA), yang belum lama ini melakukan rebranding besar-besaran, mengunggulkan perfeksionisme demi kenyamanan penumpang.

Minato Mirai

Dengan nama yang secara harfiah berarti “pelabuhan masa depan”, Minato Mirai memiliki banyak hal untuk dinikmati. Seseorang melihat ke luar angkasa, dan kemungkinan besar kamu akan setuju untuk mendapatkan pengalaman tersebut di sini. Berlokasi mengapung di atas Teluk Yokohama, Minato menyediakan banyak hal untuk membuat siapapun bahagia. Destinasi ini memiliki banyak pilihan belanja, serta ratusan restoran, butik, dan bahkan taman hiburan. Mendominasi cakrawala yang menakjubkan adalah Landmark Tower, gedung tertinggi di Jepang dari tahun 1993 hingga 2014. Berjalan di sepanjang trotoar Minato Mirai sangat direkomendasikan.

China Town

Segera setelah pembukaan pelabuhan pada tahun 1859, populasi Tionghoa yang cukup besar menetap di dekatnya. Hari ini, Pecinan Yokohama adalah yang terbesar di Jepang, dengan ratusan toko dan restoran yang berjajar di jalan-jalan sempit. Kunjungan ke jalanan yang penuh warna dan hingar-bingar sangat berharga untuk perjalanan itu sendiri, tetapi yang paling menarik perhatian banyak orang adalah makanannya. Puluhan kedai makanan dan restoran hadir berdesakan di jalan-jalan sempitnya, menjual beragam menu lezat mulai dari makanan lengkap hingga roti kukus. Kamu benar-benar bisa makan di jalan, mencoba apa pun yang menarik perhatian.

Museum Ramen

Salah satu daya tarik terbesar di Yokohama adalah Museum Ramen, monumen besar untuk mie instan yang ada di mana-mana. Bangunan multi-level ini memiliki semua yang ingin kamu ketahui tentang ramen, dari sejarahnya hingga gaya yang sangat bervariasi di seluruh negeri. Bahkan ada replica 1:1 yang menggambarkan kondisi jalanan di Tokyo pada sekitar tahun 1958, ketika ramen instan ditemukan. Kamu dapat dengan mudah menyelinap kembali ke masa lalu sambil berjalan-jalan di museum. Dan tentu saja, kamu bisa mencoba puluhan jenis sup ramen dan mie yang berasal dari seluruh Jepang.

Desa Bir Kirin

Apa cara yang lebih baik untuk menuntaskan santap ramen dibandingkan dengan bir gratis? Salah satu dari empat perusahaan penyulingan bir utama Jepang, Kirin, didirikan di Yokohama pada tahun 1907. Di sini, kamu bisa mengikuti tur gratis untuk menyimak fasilitas pembuatan bir, di mana pada akhir perjalan, seluruh pengunjung akan diberi kesempatan mencicipi gratis segelas bir khas setempat.

Related posts