Saat ini, virus HIV / AIDS, yang telah merenggut puluhan ribu orang Papua, melihat kehidupan dan masa depan orang Asmat. Menurut data tertulis yang dikumpulkan oleh tim HIV / AIDS dari Agat Foundation sejak 2012 di Asmat, 230 orang dengan HIV / AIDS telah ditemukan. Beberapa dari mereka sudah mati. Ada pasangan muda menikah yang meninggal karena HIV / AIDS. Mereka mati sia-sia karena perilaku seksual yang tidak aman (berganti pasangan seksual).

Menanggapi wabah HIV / AIDS di Asmat, Keuskupan Agate, yang didukung oleh KOMPAK Papua, mengadakan “pertemuan lintas sektoral tentang pencegahan HIV / AIDS di Distrik Asmat” pada 7 Agustus 2019 di Aula Pastoral Keuskupan Agat. Pertemuan dihadiri oleh semua pemangku kepentingan dari instansi pemerintah Kabupaten Asmat, pemimpin agama, pemimpin tradisional, pemimpin perempuan, dan pejabat pastoral dari Yayasan Agats.

Selain itu, Yayasan Agats dan KOMPAK juga menyelenggarakan “Penjangkauan dan pelatihan tambahan ODHA di kabupaten Asmat” pada 8-10. Agustus 2019 di aula pendeta di keuskupan Agat. Pelatihan ini dihadiri oleh pastor paroki dan pastor paroki.

Berikut ini adalah surat pastoral dari Gereja Katolik Keuskupan Agate, st. Aloysius Murwito OFM terkait upaya pencegahan dan pengendalian HIV / AIDS di Asmat, yang diterbitkan dengan judul “Gereja Katolik dalam Gerakan Pencegahan HIV / AIDS di Asmat” dikeluarkan bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan HIV / AIDS, 7-10 . Agustus 2019, dilakukan oleh Keuskupan Agate dan KOMPAK Papua di Keuskupan Agate dari Pastoral Hall.