You are here
Ajak Anak Mendaki Gunung, Kenapa Tidak? Wisata 

Ajak Anak Mendaki Gunung, Kenapa Tidak?

Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak memiliki passion yang sama ketika ia beranjak dewasa. Semisal kita suka musik, tentu sejak ia kecil kita akan mengenalkannya pada dunia musik.

Meskipun nantinya kita membebaskan pilihan hidup dia, tapi sebisa mungkin kita akan mengarahkannya pada passion yang sama kan?

Mendaki Gunung

(Foto: Pexels.com)

Namun, bagaimana dengan orang tua yang memiliki kecintaan dengan alam dan ingin anaknya pun kelak menjadi seseorang yang mencintai dan senang berada di alam bebas?

Sudah paling pas kalau ia akan dikenalkan dengan alam sejak kecil. Tapi sayangnya, masih banyak masyarakat kita yang merasa bahwa pengenalan alam sejak dini dengan membawanya mendaki gunung, dirasa terlalu berlebihan.

“Realistis saja, hal itu sulit sekali untuk jadi nyata”

Itulah pernyataan yang sering terlontar ketika kita mengutarakan keinginan untuk membawa anak mendaki gunung.

Perlu kita luruskan di sini, sulit bukan berarti tidak mungkin, kan. Jadi, jika ada niat, keinginan, dan persiapan matang pasti akan ada jalan.

Nah, apa sih yang perlu dipersiapkan untuk membawa anak ikut mendaki gunung. Simak yuk ulasannya berikut ini.

  1. Memahami kondisi anak

Sebelum mengajak si kecil mendaki, ada baiknya untuk membuat dirinya beradaptasi terlebih dahulu. Tidak mungkin kan tiba-tiba kamu langsung mengajak anak mendaki gunung tanpa ia tahu seperti apa keadaaan gunung nantinya.

Pahami tubuh anak, pelajari tingkah polahnya. Dengan begitu kamu akan tahu apakah anak ini akan menyukai alam bebas, atau cenderung lebih nyaman di dalam ruangan.

Kapan usia yang tepat untuk anak diajak mendaki gunung hanya kamu yang tahu. Kamu juga harus melihat bagaimana reaksinya dengan cuaca panas, udara dingin, dan juga lembabnya suasana di gunung nanti.

  1. Sedikit demi sedikit mengenalkannya

Ada baiknya sebelum langsung mengajak anak naik gunung, kenalkan dulu untuk menjelajahi medan yang sama dengan gunung, namun jauh lebih ringan, seperti perbukitan.

Misalnya, ajak ia mendaki Kelir atau Sikunir. Itu bisa jadi awal yang cukup baik untuk kamu memperkenalkan suasana yang mirip gunung.

Setidaknya, biarkan ia beradaptasi dengan udara dingin dan cuaca bukit yang serupa dengan gunung. Jadi, anak tidak akan kaget karena seperti kita tahu kalau gunung memiliki keadaan yang sangat jauh berbeda dengan perkotaan.

  1. Membuat perencanaan destinasi dan waktu sebaik mungkin

Mendaki gunung tidaklah mudah. Jelas itu harus diakui. Apalagi jika harus membawa anak kecil. Meskipun sudah menggunakan child carrier untuk membawanya, tetap saja si anak perlu penyesuaian diri selama pendakian.

Untuk itu, buatlah perencanaan destinasi yang tepat dan lakukan perjalanan di waktu yang sebaik mungkin. Pilih tanggal di mana musim tidak terlalu panas dan bukan musim hujan.

Selain itu, masalah akomodasi juga perlu dipikirkan sematang mungkin. Seperti misalnya, perjalanan dari ibukota ke kota tempat gunung yang akan didaki. Kalau bisa gunakanlah pesawat agar anak tidak terlalu lelah.

Jangan takut mahal, sekarang kan kamu bisa melihat daftar harga tiket pesawat di Reservasi.com dan mendapatkan tiket murah lewat promo yang ditawarkan. Lalu, kamu juga perlu untuk menyiapkan akomodasi seperti tempat menginap yang nyaman seusai mendaki. Kamu juga bisa lho sekaligus booking hotel murah online di Reservasi.com..

  1. Memilih alat mendaki yang nyaman

Alat mendaki di sini termasuk sepatu, pakaian, carrier si anak. Karena saat mendaki gunung kenyamanan dan keamanan anak adalah hal yang paling utama.

Seperti sudah dikatakan tadi, meskipun nantinya kamu akan membawa ia dengan child carrier, kamu juga tetap harus melengkapinya dengan atribut mendaki yang mumpuni.

Karena bagaimana pun juga, cuaca dingin di atas gunung akan sangat mengganggu si kecil jika dia tidak dilengkapi dengan perlengkapan mendaki yang baik.

  1. Usahakan mendaki bersama pendaki lain

Sehebat apapun kemampuan kamu dalam hal mendaki, kamu tetap saja membutuhkan orang lain di saat-saat tertentu. Ingat, kondisi di atas gunung sana amatlah sulit ditebak.

Usahakan untuk mendaki bersama tim pendaki lain. Selain menambah keceriaan suasana, mendaki bersama juga bisa memperkecil  kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Mereka akan siap membantu kamu bergantian membawa si kecil ataupun menyiapkan makanan dan hal-hal kecil lainnya.

  1. Siapkan kebutuhan khusus anak

Kebutuhan anak-anak tentu berbeda dengan kebutuhan kita orang dewasa. Mendaki gunung dengan membawa turut serta si kecil mengharuskan kamu untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan ekstra.

Pastikan juga kamu sudah mengetahui kondisi trek nanti. Apakah mudah mendapatkan sumber air, apakah akan ada banyak titik peristirahatan, dan lain sebagainya.

Kamu juga harus mengukur waktu pendakian untuk memperkirakan sebanyak apa susu yang harus dibawa, seberapa banyak popok yang harus dikemas, dan juga jumlah makanan si kecil yang akan ia butuhkan selama pendakian.

Sudah tahu kan sekarang apa saja yang diperlukan untuk mendaki gunung bersama anak. Tinggal persiapkan mental kamu dan juga fisik untuk pengalaman mendaki yang menyenangkan.

 

Related posts