Lain Lain

Ansgar Knauff Mengintip Peluang Tampil di Tim Utama Dortmund

Segera Zorc bisa mengetahui apa yang terjadi selanjutnya. Knauff, seorang pemuda yang kini berusia 18 tahun, baru saja menandatangani kontrak profesional pertamanya. Seperti dilansir dari situs resmi Dortmund dan Bola terpercaya, pemain yang sebelumnya memperkuat posisinya untuk Dortmund U-17 dan U-19 kini akan berada di Signal Iduna Park hingga 2023.

Keputusan Die Borussen untuk memperluas hubungannya dengan Knauff cukup masuk akal. Sebelumnya, kontrak Knauff dengan Dortmund bakal habis pada akhir musim. Dengan bakatnya, akan sangat disayangkan jika klub lain membajaknya. Dan, untuk menghindari hal tersebut, Dortmund juga memperbarui kontraknya.

Musim ini, nama-nama muda dengan bakat dan keterampilan di atas rata-rata menjadi bagian dari skuat Lucien Favre. Beri nama dia Erling Haaland, Jadon Sancho, Jude Bellingham, Gio Reyna, dan yang terbaru Youssoufa Moukoko. Mereka sepertinya memberikan harapan dan kombinasi yang ideal dengan pemain senior seperti Emre Can dan Mats Hummels. Kehadiran Knauff sepertinya memberi kesan bahwa kekuatan Dortmund musim ini akan banyak dipengaruhi oleh energi para pemain muda.

Persatuan dan chemistry yang terbentuk di antara para pemain muda ini dengan cepat menyebar. Di Bundesliga 1-Spieltag 8, Dortmund berkompetisi di puncak, finis kedua dengan 6 kemenangan dan 2 kekalahan, hanya satu poin di belakang Bayern Munich di tempat pertama.

Persatuan Knauff jelas tidak bisa dibedakan. Dari segi skill, dia berstatus sebagai pemain muda Dortmund. Sering beroperasi di sisi kanan, keterampilan dan kecepatan dribblingnya adalah kuncinya. Menurut Transfermakt, dia memiliki total 57 penampilan untuk Dortmund di berbagai usia. Dari jumlah itu, Knauff tampil sebagai penyerang kanan sebanyak 25 kali, kiri 8 kali, dan sisanya bereksperimen di berbagai posisi, dari bek kanan, bek kiri, hingga gelandang serang.

Meski tak sempat menunjukkan keanggotaannya di ajang Bundesliga 1, namun seiring kesibukan jadwal dan pandemi COVID-19 yang berangsur membaik, peluang Knauff untuk melakukan debutnya di level tertinggi sepakbola. Bahasa Jerman hanyalah masalah waktu. Selain itu, ia sudah tiga kali berada di bangku cadangan Dortmund musim ini, yakni melawan TSG Hoffenheim di Spieltag 4, dan dua lagi di Liga Champions melawan SS Lazio dan Club Brugge.

Perkembangannya bersama Dortmund, yang terkenal bersahabat dengan para pemain muda, menjadi langkah awal bagi Knauff. Contoh terbaru terlihat dari sosok Youssoufa Moukoko yang melakukan debutnya sebagai pemain termuda (16 tahun 1 hari) yang tampil di Bundesliga 1, memecahkan rekor Nuri Sahin (16 tahun 11 bulan).

Untuk menghancurkan dominasi Bayern Munich, Dortmund kini punya modal berharga. Kedalaman tim cukup mumpuni, selain kekuatan juang khusus para anak muda, sangat bisa diandalkan untuk mengarungi musim 2020/21.

Melawan Koeln di Spieltag 9, Sabtu (28/11) pukul 21.30 WIB, Dortmund diharapkan bisa kembali meraih 3 poin seperti yang mereka lakukan pekan lalu saat mengalahkan Hertha Berlin 2-5. Selain itu, situasi di Koeln musim ini sangat suram. Tim Markus Gisdol berada di peringkat ke-17, terendah kedua. Dari 8 pertandingan, mereka – bersama Schalke – tidak pernah menang.