Wisata

Asyiknya Berkunjung ke Museum Tembakau di Jember

Tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota dan potensi Jember, setidaknya itulah yang saya rasakan saat berada di pedesaan. Sebuah kota kecil di ujung timur pulau Jawa. Menururt travel Jember Malang kota ini memang sangat kecil, namun jika kita telusuri lebih jauh, banyak kekayaan dan potensi yang tersimpan di dalamnya. Kota yang sama (Jember) ini memiliki perbatasan daerah yang benar-benar unik. Di sisi barat kawasan ini dibatasi oleh Kabupaten Lumajang, di sisi timur dibatasi oleh Kabupaten Banyuwangi, sedangkan di sisi utara dibatasi oleh Kabupaten Bondowoso, dan di selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pemandangan yang berupa kawasan pegunungan di utara dan timur Jember menambah kesegaran kawasan tersebut, sedangkan di selatan berupa kawasan datar dengan pantai yang menawarkan keeksotisan kawasan tersebut.

Seiring berjalannya waktu, Jember mulai tampil di pentas nasional maupun internasional dan menjadi salah satu destinasi wisata baru. Beragam festival seni budaya telah digelar, salah satunya yang menarik perhatian dunia adalah Jember Fashion Carnaval (JFC). Jember Fashion Carnaval (JFC) yang diadakan setiap bulan Agustus dengan tajuk Bekunjug ke Jember (BBJ) mampu menarik ribuan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Namun, belum banyak yang mengetahui potensi Jembers lainnya. Potensi lain Jember adalah kehadirannya sebagai salah satu eksportir tembakau terbaik di dunia. Jika sudah lama Kuba dikenal sebagai penghasil cerutu dan tembakau terbaik di dunia, kini memiliki saingan baru, tembakau Jember. Oleh karena itu, tidak salah jika tembakau menjadi logo Kabupaten Jember.

Ada dua jenis tembakau yang sangat populer dan tidak asing lagi dengan produk olahan Jember yaitu kasturi dan nag oost (karena bahasa jember bukan bahasa barat, jenis ini disebut juga dengan na’us). Hampir semua sawah di Jember menanam kedua jenis tembakau ini pada musim tertentu. Tembakau tersebut dikemas menjadi gudang penyimpanan kemudian diolah melalui serangkaian proses dan kemudian diekspor ke berbagai negara, salah satunya Jerman.

Oleh karena itu, sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbaik, Pemerintah Kabupaten Jember mulai memberikan potensi tersebut kepada masyarakat, salah satunya dengan pendirian museum tembakau. Dari museum ini kita dapat mengetahui bagaimana gambaran proses pembuatan tembakau dari awal hingga proses ekspor. Selain itu, daun tembakau jenis musk dan nag oost juga disajikan. Selain itu juga terdapat daun tembakau cincang dari daerah lain seperti tembakau Maesan (Bondowoso), Tanjungsari Tasikmalaya, Paiton, Sumenep, Bojonegoro dan Sinjai.

Museum ini juga dilengkapi dengan alat-alat yang digunakan untuk mengolah tembakau, seperti mesin pemotong atau mesin potong. Jika pengunjung ingin mengetahui lebih banyak tentang tembakau ini, ada petugas museum yang ramah yang bersedia memberikan informasi kepada pengunjung. Terdapat pula perpustakaan di museum ini yang berisi tentang literatur tentang Jember secara umum dan tembakau serta permasalahan terkait lainnya. Di dinding museum Anda akan dimanjakan dengan lukisan tari khas Jember (Labako), cerutu merokok, lukisan petani yang menanam tembakau di ladang dan lain sebagainya yang berhubungan dengan tembakau.

Kebanyakan orang melihat tembakau sebagai tanaman yang memiliki sisi negatif, namun nyatanya tembakau juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan produk lain yang memiliki efek positif. Tidak banyak yang tahu bahwa selain digunakan sebagai bahan utama dalam rokok, tembakau juga dapat digunakan sebagai bahan pada produk lain seperti parfum, biodiesel, pestisida, pupuk organik, dan minyak atsiri. Semua informasi tentang manfaat tembakau tersedia di museum dan perpustakaan tembakau ini.

Sebenarnya tidak banyak orang yang mengetahui keberadaan museum ini, namun jika anda berkunjung ke Jember sempatkanlah untuk mampir di museum tembakau ini. Museum yang dioperasikan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) uji sertifikasi mutu komoditas – Institut Tembakau Jember Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur ini terletak di Jalan Kalimantan bernomor 01 Jember. Akses ke museum dan perpustakaan tembakau relatif mudah, karena dekat dengan kantor instansi lain dan Universitas Jember dan hanya 25 menit dari terminal Tawang Alun dan sekitar 10-15 menit jika naik travel Jember Malang.