Ibarat keadaan tubuh pada musim hujan seperti sekarang ini, bisnis ritel tradisional di indonesia sedang dalam kondisi ‘terserang flu’. Keberadaan peritel modern pelan-pelan menggerus keberadaan ritel tradisional. Saat ini banyak sekali orang lebih suka datang ke minimarket dibandingkan warung-warung kecil yang berada di sekitar rumah. Padahal, barang yang dicari, misalnya saja, hanya satu kantong kecil garam atau mie instan bahkan satu bungkus rokok. Begitu juga keadaan peritel berskala besar. Saat ini, orang lebih pilih swalayan dibandingkan belanja ke pasar tradisional misalnya. Keberadaan warung (peritel tradisional) dan pasar tradisional saat ini memang semakin tersudut dengan kehadiran ritel modern yang cukup masif. Enggartiasto memaparkan tiga faktor yang menggerus keberadaan ritel tradisonal. Pertama, karena tidak mendapat akses sumber barang yang sama. Kedua, tidak adanya akses modal. Ketiga, kondisi tempat berjualan yang terbatas, seperti tidak ber-AC, becek, dan mungkin saja bau. Namun SRC Indonesia hadir untuk mereka para peritel tradisioanal.

Di tengah kondisi seperti diatas, tentu kehadiran SRC Indonesia akan merubah semuanya. Sampoerna Retail Community (SRC) adalah program kemitraan untuk pembinaan usaha kecil dari PT HM Sampoerna Tbk.  Kendala yang dihadapinya kemudian mendapat jalan keluar. Dalam program SRC, para pelaku ritel dibina mulai dari perapihan toko, strategi pemasaran, sampai manajemen keuangan. Hal-hal tersebut tentu sebelumnya jauh tidak pernah dipikiran peritel tradisional. Saat ini, SRC Indonesia bersama toko-toko lain yang juga bergabung dengan SRC akan terus merajut dan merawat jaringan melalui pengembangan ekonomi kerakyatan dan kontribusi positif bagi sesama.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari SRC Indonesia berbagi kesuksesan dan ikut membina peritel lain di kawasan seluruh pelosok indonesia. Semangat berbagi yang sama juga dimiliki oleh lebih dari 60.000 mitra SRC yang tesebar di seluruh penjuru Indonesia. Sampoerna mendukung pemerintah dalam membangun tumbuhnya ekonomi kerakyatan melalui SRC yang berperan dalam pemberdayaan UKM, khususnya pelaku retail tradisional. Salah satu perwujudan komitmen itu kemudian akan diwujudkan dalam acara akbar Pesta Retail Nasional (PRN) yang akan diselenggarakan pada Kamis (22/11/2018) di ICE BSD, Tangerang. Rangkaian aktivitas di PRN ini akan memberikan edukasi melalui pengalaman nyata mengenai ekosistem komersial, PRN menampilkan replika toko retail tradisional dan simulasi pembinaan.

Sebanyak lebih daru 3.000 perwakilan SRC dari 34 provinsi akan mendapat pengetahuan mengenai peran SRC Indonesia dalam membangun sosial ekonomi dan keterlibatan semua lini untuk memperkuat jaringan komunitas SRC. Harapannya, ada manfaat positif yang lebih besar lagi bagi para pelaku UKM lainnya. Tentunya dengan diadakan PRN serta forum diskusi diharapkan agar pelau ritel tradisional tidak kalah bersaing dengan perite modern yang saat ini semakin banyak tumbuh.