Menurut ilmu kesehatan jiwa (Psiatri), depresi merupakan penyakit yang bagian-bagiannya terdiri dari sindroma klinik, berkaitan dengan gangguan perasaan, alam pikir dan tingkah laku motoriknya yang menurun (berkurang). Secara khas, ketiga alam tersebut terlihat tanda-tanda penurunan atau mengalami pengurangan (Ibrahim, 2011).

Depresi menjadi salah satu gangguan yang berkembang pesat saat ini, Sedikitnya 350 juta orang di dunia mengalami depresi dalam hidupnya (WHO, 2012). Survei yang dilakukan oleh World Mental Health di 17 negara menemukan bahwa rata-rata sekitar 1 dari 20 orang dilaporkan  pernah mengalami depresi. Bahkan, depresi dapat menyebabkan peristiwa bunuh diri sebanyak 850.000 kematian setiap tahunnya

Dalam penelitian Guilliams (2007)  serotonin merupakan neurotransmitter yang terkait dengan patologi depresi. Menurut Penelitian yang dilakukan Kaplan dan Saddock (2010),  terjadi penurunan jumlah serotonin pada gangguan depresi. Dalam kasus-kasus kekurangan serotonin, triptofan dapat mengembalikan kadar serotonin sehingga dapat  memperbaiki Depresi.

Triptofan merupakan salah satu asam amino essensial (tidak dapat dihasilkan oleh tubuh) yang berperan dalam Depresi (Cembrowicz dan Kingham, 2002; Hedaya, 2010). Penurunan kadar triptofan juga dapat menurunkan mood pada pasien Depresi yang remisi dan pada individu dengan riwayat keluarga menderita Depresi. Salah satu pemasok triptopan adalah kedelai (Glycine Max). Kedelai (Glycine Max) diketahui mengandung 85 mg triptofan disetiap gramnya (Santoso, 1994).

Sekarang telah banyak olahan berbahan dasar kedelai yang tentunya memberikan kita altenatif menu makanan yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan selera kita. Yuk, makan kedelai dan olahanya untuk mencegah depresi